MerahPutih.com - Tiga musisi lintas generasi serta genre asal Kota Kembang yaitu Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang bersinergi dalam kolaborasi eksentrik.
Ketiganya menafsirkan ulang Tuturut Munding, lagu religi berbahasa Sunda, dengan pendekatan musikal pancarona.
Lebih dari sekadar peleburan gaya, karya ini menjadi cara menyambut Ramadan dengan raungan distorsi, humor, dan kritik sosial yang tajam.
“Lagu Tuturut Munding sebenarnya berbicara tentang pembangkangan. Dan ini bukan sekadar pembangkangan individu, tetapi gambaran dari fenomena yang sudah menjadi perilaku umum. Banyak sekali orang yang bersikap demikian," ucap Doel Sumbang tentang makna lagunya.
Baca juga:
Ungu Lepas Single Religi 'Bulan Baik' untuk Ramadan Tahun Ini
View this post on Instagram
Baca juga:
Angel Lelga Rilis Single Religi 'Doa Pintaku', Bawa Pesan Reflektif tentang Kerendahan Hati Manusia
Secara etimologis, istilah tuturut munding memiliki makna yang dikenal luas dalam budaya Sunda. Frasa ini secara harfiah berarti 'mengikuti kerbau', menggambarkan seseorang yang cenderung ikut-ikutan tanpa berpikir matang.
“Pengemasan musiknya sangat spesial karena menggabungkan berbagai gaya musik. Dan Kami belum pernah mengerjakan hal seperti ini sebelumnya,” tambah gitaris Koil Donnyantoro.
Lagu kolaborasi ini sudah bisa didengarkan secara daring di berbagai platform streaming musik, termasuk Spotify, YouTube Music, Apple Music, TikTok, dan Deezer. (far)