Kiat Bijak Kelola THR Lebaran, 7 Cara Agar Tak Habis Sia-Sia!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 23 Maret 2026
Kiat Bijak Kelola THR Lebaran, 7 Cara Agar Tak Habis Sia-Sia!

Ilustrasi - Jangan habiskan THR Lebaranmu dengan sia-sia. (Foto: unsplash/kelly)

MerahPutih.com - Mengelola uang Tunjangan Hari Raya (THR) lebaran kerap menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, momen Ramadan dan Idulfitri identik dengan kebutuhan yang meningkat, mulai dari konsumsi hingga gaya hidup.

Di sisi lain, THR seharusnya tidak habis begitu saja tanpa perencanaan. Mengelola uang Tunjangan Hari Raya (THR) kerap menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga:

5 Cara Kreatif Bagi THR Lebaran 2026 Agar Berkesan dan Seru

Agar tetap bijak, berikut beberapa kiat dari MerahPutih.com, yang bisa diterapkan dalam mengelola uang THR.

1. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Langkah pertama adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Gunakan THR untuk memenuhi kebutuhan penting seperti zakat, kebutuhan pokok, serta persiapan Hari Raya. Dengan menetapkan prioritas, pengeluaran menjadi lebih terarah dan tidak berlebihan.

2. Sisihkan untuk Ibadah dan Berbagi

Ramadan merupakan momen yang tepat untuk memperbanyak amal. Alokasikan sebagian THR untuk zakat fitrah, infak, atau sedekah. Selain membantu sesama, hal ini juga memberikan nilai keberkahan dalam penggunaan rezeki.

3. Buat Anggaran yang Jelas

Menyusun anggaran sederhana dapat membantu mengontrol pengeluaran. Misalnya, bagi THR ke dalam beberapa pos seperti kebutuhan Lebaran, tabungan, hiburan, dan dana darurat. Dengan begitu, setiap pengeluaran memiliki batas yang jelas.

Baca juga:

'THR Lebaran' untuk Atlet ASEAN Para Games, Bonus Medali Rp 365 Miliar Cair

4. Hindari Belanja Impulsif

Diskon dan promo sering kali menggoda selama Ramadan. Namun, penting untuk tetap disiplin dan tidak mudah tergoda membeli barang yang tidak dibutuhkan. Pastikan setiap pembelian sudah dipertimbangkan dengan matang.

5. Sisihkan untuk Tabungan atau Investasi

Jangan habiskan seluruh THR untuk konsumsi. Sisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi jangka panjang. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan setelah Lebaran usai.

6. Siapkan Dana Darurat

Tidak ada yang bisa memprediksi kebutuhan mendesak di masa depan. Oleh karena itu, menyisihkan sebagian THR sebagai dana darurat dapat menjadi langkah antisipatif yang bijak.

7. Gunakan untuk Pengalaman, Bukan Sekadar Barang

Selain kebutuhan materi, THR juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan momen berharga bersama keluarga, seperti berkumpul atau berbagi pengalaman sederhana yang bermakna. (far)

#THR #Lebaran #Perencana Keuangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Berdasarkan data lebih dari 57 persen pendatang baru yang datang ke Jakarta berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
Masyarakat yang akan menyaksikan kegiatan Lebaran Betawi 2026 dilarang memarkirkan kendaraan di badan jalan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal dan 2,3 persen dibandingkan Lebaran 2025
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Ada cara mengatasi post holiday blues setelah Lebaran. Meski terasa mengganggu, kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa langkah.
Soffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Ribuan Kendaraan Belum Menyebrang ke Bali Usai Lebaran, Kemenhub Janjikan Tambah Kapal
Apabila sangat diperlukan jumlah kapal bisa ditambah menjadi 35 sampai dengan 40 kapal dan akan ada 2 kapal bantuan yang kapasitasnya 60 hingga 80 kendaraan
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Ribuan Kendaraan Belum Menyebrang ke Bali Usai Lebaran, Kemenhub Janjikan Tambah Kapal
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat fase arus balik Angkutan Lebaran 2026 mencapai puncaknya dengan lonjakan volume pelanggan yang signifikan.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Polda Metro Jaya Turunkan 2.470 Personel Pastikan Keamanan Jabodetabek Tetap Kondusif Pasca Lebaran 2026
Polda Metro Jaya menggelar Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka pengamanan pasca Operasi Ketupat Jaya 2026 di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Kamis (26/3).
Frengky Aruan - Kamis, 26 Maret 2026
Polda Metro Jaya Turunkan 2.470 Personel Pastikan Keamanan Jabodetabek Tetap Kondusif Pasca Lebaran 2026
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
"Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Lonjakan penumpang pada 24 Maret juga tercermin dari tingginya okupansi perjalanan, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
Bagikan