MerahPutih.com - Pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5), mengusung tema besar “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Tema ini sejalan dengan gagasan ekoteologi dan teologi cinta yang tengah digalakkan Kementerian Agama, menekankan pentingnya ibadah kurban sebagai refleksi kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia.
Baca juga:
Darah Hewan Kurban Saat Penyembelihan di Masjid Istiqlal Tidak Akan Dibuang ke Sungai
Bertindak sebagai khatib, Prof. H. Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar, menyampaikan khotbah berjudul “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Prof Hamdan menekankan kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi juga simbol pengorbanan untuk menjaga keseimbangan alam dan memperkuat solidaritas sosial.
Spirit kurban harus dimaknai sebagai panggilan untuk merawat bumi dan meneguhkan kemanusiaan,
Prof. H. Hamdan Juhannis
Kehadiran Wapres Gibran di Masjid Istiqlal
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut hadir melaksanakan Salat Idul Adha di Istiqlal bersama puteranya, Jan Ethes Srinarendra, serta ribuan jamaah lainnya.
Kehadiran Wapres disambut pengamanan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), namun suasana tetap tertib dan kondusif.
Baca juga:
Wapres Gibran Salat Idul Adha di Istiqlal, Presiden Prabowo di Paris
Suasana Khidmat Jamaah
Masjid Istiqlal, yang mampu menampung hingga 250.000 orang, kali ini diperkirakan dihadiri sekitar 100.000–150.000 jamaah. Dilansir Antara, Panitia Masjid Istiqlal memastikan ketertiban, kenyamanan, dan protokol kesehatan tetap dijalankan.
Suasana haru dan khidmat terasa di tengah jamaah. Salah satunya dialami Sofian (60), warga Jatinegara, Jakarta Timur, yang datang bersama kedua anaknya yang selama ini merantau di Malaysia.
Tahun-tahun sebelumnya saya hanya salat bersama istri di masjid lingkungan. Tahun ini bisa bersama anak-anak di Istiqlal, rasanya sangat bersyukur,
Sofian (60), warga Jatinegara

