MerahPutih.com - Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram, tradisi minum susu putih kembali menjadi perbincangan di kalangan umat Muslim. Banyak masyarakat yang mencari doa minum susu sekaligus ingin mengetahui apakah amalan tersebut merupakan sunnah Rasulullah SAW atau hanya tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa tidak ditemukan hadis sahih yang secara khusus menganjurkan minum susu pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Namun, tradisi tersebut tetap dilakukan sebagian umat Islam sebagai bentuk tafa'ul atau pengharapan akan datangnya kebaikan dan keberkahan di tahun yang baru.
Baca juga:
Bacaan Doa Minum Susu yang Diamalkan pada Malam 1 Muharram
Tradisi minum susu putih menjelang pergantian Tahun Baru Hijriyah banyak dikaitkan dengan amalan yang diwariskan oleh ulama besar keturunan Rasulullah SAW, yakni Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki.
Sebelum meminum susu, umat Muslim dianjurkan membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu
Artinya:
"Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."
Doa minum susu tersebut merupakan doa yang diajarkan ketika mengonsumsi susu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.
Apakah Minum Susu 1 Muharram Termasuk Sunnah?
Pertanyaan mengenai hukum minum susu pada malam 1 Muharram seperti apa? Para ulama menerangkan bahwa tidak terdapat dalil khusus maupun hadis sahih yang menetapkan minum susu pada malam 1 Muharram sebagai sunnah Rasulullah SAW.
Karena itu, amalan ini tidak boleh dianggap sebagai ibadah wajib atau sunnah yang memiliki ketentuan khusus dalam syariat.
Baca juga:
Rekomendasi Film dan Animasi Islami untuk Anak saat Libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Meski demikian, tradisi tersebut diperbolehkan selama diniatkan sebagai kebiasaan baik dan sarana berdoa kepada Allah SWT, bukan sebagai keyakinan bahwa amalan tersebut wajib dilakukan.
Mengapa Susu Putih Dipilih pada Malam Tahun Baru Islam?
Dalam tradisi yang berkembang di kalangan para ulama dan habaib, susu putih memiliki makna simbolis yang mendalam.
Warna putih melambangkan kesucian, kebersihan hati, dan harapan untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.
Momentum pergantian tahun hijriyah dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbarui niat dalam menjalani kehidupan.
Susu juga dikenal sebagai minuman yang menyehatkan dan bernutrisi. Karena itu, tradisi minum susu putih tidak hanya mengandung makna spiritual, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam Islam selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Baca juga:
Allah SWT berfirman:
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌۗ
Artinya:
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, berperang pada bulan itu adalah dosa besar." (QS Al-Baqarah: 217)
Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjauhi perbuatan zalim, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Para ulama menjelaskan bahwa kebaikan yang dilakukan pada bulan-bulan haram memiliki nilai pahala yang lebih besar.
Tradisi yang Sarat Doa dan Kebersamaan
Tradisi membaca doa minum susu pada malam 1 Muharram tidak hanya dilakukan secara individu. Banyak keluarga, majelis taklim, pesantren, hingga komunitas Muslim yang melaksanakannya bersama-sama.
Baca juga:
Malam 1 Suro 2026 Kapan? Cek Tanggal, Weton Rabu Kliwon dan Kalender Jawa Bulan Suro Lengkap
Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki dikenal pernah membagikan susu putih kepada para murid dan santrinya sebagai simbol doa serta harapan baik untuk menyambut tahun baru Islam.
Nilai utama dari amalan ini bukan terletak pada susunya semata, melainkan pada doa, rasa syukur, serta harapan agar Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
