China Gelar Operasi Qinglang, Targetkan Konten Pamer Harta dan Konten Dianggap Sampah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
China Gelar Operasi Qinglang, Targetkan Konten Pamer Harta dan Konten Dianggap Sampah

Ilustrasi media sosial.(Foto: Pexels/Magnus Mueller)

MerahPutih.com - Badan Ruang Siber China (CAC) menggelar operasi digital dengan sandi Qinglang, yang menyasar berbagai kalangan dalam satu bulan kedepan.

Operasi ini menargetkan konten promosi nilai anti keluarga hingga pamer kekayaan mulai hari ini sampai satu bulan ke depan untuk menciptakan lingkungan digital yang harmonis selama Imlek 2026.

Operasi ini akan menertibkan konten digital "jahat yang memicu emosi negatif" seperti mempromosikan "ketakutan akan pernikahan" dan "anti-kelahiran" yang dapat memicu konflik dan pertentangan gender.

Dikutip Antara, konten dengan narasi dan alur cerita konflik keluarga yang populer juga akan ditertibkan.

Baca juga:

Keseruan Fun Mini Soccer Konten Kreator Dukung Jersey Produk UMKM Lokal

Konten digital ini mencakup tema "orang tua pilih kasih", "konflik mertua dan menantu", dan "perkelahian antarsaudara" yang mengeksploitasi konflik keluarga dan antargenerasi.

CAC melabeli konten ini sebagai "sampah digital" dan "konten berkualitas rendah" hanya demi meningkatkan jumlah penonton.

Konten lain seperti "belanja kebutuhan Imlek" dan adu "tradisi Imlek" untuk memamerkan kekayaan secara berlebihan juga akan ditertibkan karena hanya menonjolkan kesenjangan ekonomi dan memicu konflik sosial.

CAC juga akan meminimalkan perang antarpenggemar atau "fan circle" di dunia maya yang memanfaatkan acara khusus Imlek seperti Gala Festival Musim Semi, film-film Imlek, dan ajang olahraga populer.

Konten yang mempromosikan takhayul seperti menolak kesialan, "Tai Sui" yaitu astrologi China, layanan ramalan dan perhitungan nasib secara daring juga akan menjadi target operasi "Qinglang".

CAC menginstruksikan platform digital untuk melakukan penertiban dengan membentuk tim kerja khusus dan memperkuat pemantauan pada halaman utama, daftar pencarian populer, rekomendasi konten, linimasa, dan kolom komentar.

Tahun Baru China atau Imlek menjadi periode di mana banyak warga China mudik dari kota-kota besar ke kampung halaman untuk reuni dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Selain itu, bertujuan agar keluarga dapat menikmati libur Imlek dengan konflik sosial yang minim.

Operasi ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah China untuk meningkatkan angka kelahiran yang mengalami penurunan.

Dalam berbagai kebijakan dunia sosial, China juga telah membatasi konten kreator terkait isu isu tertentu, dengan mengharuskan konten kreator memiliki keahlian tertentu seperti keuangan yang tersertifikat. (*)

#Konten Kreator #Media Sosial #Media Siber
Bagikan
Ditulis Oleh

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Skema Baru Cara Hitung View YouTube Mulai 24 Agustus, Kreator Bisa Panen Tayangan Instan
YouTube resmi ubah cara hitung view video mulai 24 Agustus 2026. Tayangan kini tercatat sejak video diputar, kreator bisa panen tayangan instan.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Skema Baru Cara Hitung View YouTube Mulai 24 Agustus, Kreator Bisa Panen Tayangan Instan
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Elon Musk Ubah Skema Monetisasi Konten di Aplikasi X, Fokus Orisinalitas di Tengah Serbuan AI
Elon Musk hentikan program Revenue Sharing di X dan ganti dengan Original Content Rewards.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Elon Musk Ubah Skema Monetisasi Konten di Aplikasi X, Fokus Orisinalitas di Tengah Serbuan AI
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Mendorong penyusunan regulasi yang mencakup perlindungan privasi, penggunaan identitas, perlindungan anak, hingga tanggung jawab atas dampak publikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan