Merahputih.com - PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) memastikan stok pangan di Jakarta dalam kondisi aman menjelang lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Langkah antisipasi ini mencakup penguatan pasokan melalui skema standby buyer dan on farming guna menjaga stabilitas harga di tengah potensi kenaikan permintaan warga Jakarta.
Strategi Penguatan Stok dan Perluasan Kerja Sama
Guna mengamankan pasokan beras, BUMD DKI Jakarta ini memperluas kemitraan dengan daerah penghasil seperti Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali.
Baca juga:
Sinyal Bahaya Pangan Jakarta, DPRD DKI Kebut Aturan Baru Biar Harga Beras Tak Bikin Kantong Bolong
Saat ini, stok beras di gudang Food Station mencapai 80.000 ton, sementara Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) memiliki stok harian rata-rata 40.000 ton. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian Jakarta yang mencapai 2.500 ton.
“Kebutuhan beras di Jakarta relatif aman. Kami juga menyiapkan tambahan stok 18.000 ton khusus untuk mengantisipasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ujar Direktur Utama Food Station, Dodot Tri Widodo, Kamis (12/2).
Ia menambahkan bahwa tren peningkatan konsumsi telur ayam diprediksi menjadi yang tertinggi, yakni berkisar antara 7 hingga 17 persen.
Operasi Pasar dan Stabilitas Harga Hortikultura
Selain beras, Food Station memperkuat stok komoditas lain melalui kolaborasi dengan PTPN dan ID Food. Sebanyak 1.447 ton gula pasir, 643.530 liter minyak goreng, dan 1.002 ton telur ayam tambahan segera didistribusikan ke 39.000 jaringan ritel modern serta pasar konvensional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar operasi pasar murah setiap hari di 10 titik kelurahan dan rusun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menegaskan bahwa pantauan rutin terus dilakukan, terutama pada komoditas hortikultura yang rentan fluktuasi harga.
Baca juga:
Pramono Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
“Komoditas hortikultura ini rentan. Sedikit gangguan distribusi bisa langsung memengaruhi harga dan inflasi daerah,” kata Hasudungan.
Meski demikian, ia optimistis stabilitas pangan Jakarta tetap terjaga melalui koordinasi intensif bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

