MERAHPUTIH.COM – STAN Gondes Jersey di area V1 USS Yard Sale 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Jumat (13/3), riuh. Pengunjung datang melihat-lihat dagangan di stan tersebut, bertanya, dan memilih-milih baju incaran. Stan ini memang menjadi salah satu tempat yang ramai diserbu pengunjung, terutama para penggemar klub sepak bola nan berburu jersey vintage langka.
Di balik deretan jersey yang tergantung rapi itu, Yusif tampak sibuk melayani calon pembeli yang datang silih berganti. Pria yang datang dari Semarang, Jawa Tengah, itu mengaku sudah terbiasa mengikuti berbagai acara serupa.
“Kami memang sering ikut event seperti ini. Seru rasanya bisa bertemu dengan para pencinta sepak bola yang mencari koleksi jersey klub kesayangan mereka,” kata Yusif saat ditemui di lokasi.
Menurut Yusif, sejak hari pertama pembukaan, lapaknya langsung dipadati pengunjung. Sebagian besar pembeli ialah anak muda yang didominasi pria. Mereka datang untuk mencari jersey klub favorit mereka. Bagi para kolektor, jersey vintage bukan sekadar pakaian olahraga. Lebih daripada itu, koleksi tersebut menjadi simbol loyalitas terhadap klub kesayangan.
Baca juga:
USS Yard Sale 2026 di PIM 3 Diserbu Anak Muda, Diskon hingga 80 Persen
“Kalau untuk koleksi vintage seperti ini, bukan lagi soal suka atau tidak. Ini lebih ke bentuk loyalitas kepada klub bola favorit,” ujarnya sambil tersenyum.
Yusif menjelaskan, pada ajang USS Yard Sale tahun ini, pihaknya hanya membawa sekitar 40 persen koleksi jersey vintage yang dimiliki. Hal itu dilakukan karena jarak antara Semarang dan Jakarta. Meski begitu, koleksi yang dibawa tetap terbilang lengkap. Deretan jersey vintage tampak tergantung pada rak setinggi hampir satu setengah meter yang nyaris menyentuh plafon bangunan.
Harga jersey yang ditawarkan bervariasi. Beberapa koleksi langka dibanderol mulai dari belasan juta hingga ratusan ribu rupiah. Menariknya, selama acara berlangsung, Yusif memberikan potongan harga khusus bagi pengunjung. “Selama USS Yard Sale ada diskon sekitar 20 persen dari harga normal,” kata dia.
Tak hanya koleksi mahal, Yusif juga menyediakan jersey dengan harga lebih terjangkau. Di bagian rak bawah dan tengah lapaknya, berbagai jersey vintage dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. “Nah, untuk bagian rak yang ini harganya lebih terjangkau. Ada juga promo flash deal diskon 20 persen untuk semua item,” ujarnya menawarkan dagangannya.
Yusif mengatakan bisnis jersey vintage memiliki pasar yang cukup besar khususnya di Asia. Koleksi-koleksi jersey vintage miliknya diekspor ke Thailand, Jepang hingga China. Sayangnya, ia tak menembus pasar Eroapa karena menurutnya memang susah mengingat mereka punya deadstock.
Potensi keuntungan penjualannya unik. Dari cerita yang ia bagikan, klub bola yang tenar punya jersey vintage yang makin diminati. Ia mencontohkan Manchester United (MU). Ketika Manchester United meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan, hal tersebut biasanya langsung berdampak pada meningkatnya permintaan jersey klub tersebut. “Kalau MU menang, biasanya banyak yang langsung cari jersey Manchester United,” ujarnya.
Menurutnya, selain Manchester United, beberapa klub lain yang juga cukup tinggi peminatnya, antara lain FC Barcelona, Juventus, dan Bayern Munich. Koleksi jersey vintage yang dijual juga memiliki jumlah terbatas. Beberapa di antaranya bahkan diproduksi dalam jumlah sangat sedikit di dunia. “Kalau satu desain hanya dibuat 100 pieces di dunia, ya memang cuma ada 100. Jadi kalau ada satu barang di sini, itu bisa jadi satu-satunya yang tersisa,” kata Yusif.
Baca juga:
Jangan Lewatkan Promo Hari Terakhir USS Yard Sale 2025, Sneakers Bermerek Dibandrol Cuma Rp 75 Ribu
Jersey Legendaris Jadi Buruan
Di antara koleksi yang dibawanya, Yusif menunjukkan beberapa jersey langka yang menjadi incaran kolektor. Salah satunya yakni jersey FC Barcelona dengan nama punggung Ronaldo bernomor punggung 9 yang diproduksi pada 1995. Jersey tersebut dibanderol seharga Rp 3.850.000. Ada pula jersey Juventus dengan nama Alessandro Del Piero produksi 1997 yang dijual seharga Rp 4,6 juta.
“Hal yang bikin jersey ini mahal biasanya karena jumlahnya terbatas, produksinya sedikit, dan kondisi barangnya masih sangat bagus,” jelasnya.
Tak jauh dari lapak Gondes Jersey, terdapat pula stan V24 yang menjual berbagai jersey asli klub sepak bola dunia, mulai dari Asia hingga Eropa. Ade, penjaga lapak V24, mengatakan koleksi jersey vintage yang mereka bawa dibanderol mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Salah satu koleksi termahal yang mereka bawa yakni jersey klub Parma Calcio 1913 produksi 1995 yang dijual dengan harga sekitar Rp 4 juta.
Berbeda dengan Gondes Jersey yang menawarkan diskon, V24 menghadirkan promo pembelian menarik bagi pengunjung. “Di sini ada promo minimal belanja sekitar Rp 4 juta, pembeli akan mendapatkan satu jersey baru timnas Garuda Indonesia,” kata Ade.
Ia menambahkan harga jersey vintage sangat dipengaruhi sejumlah faktor, terutama pemain yang pernah mengenakan jersey tersebut.
“Biasanya yang membuat harga jersey mahal ialah siapa pemain yang memakainya,” ujarnya.(tka)
Baca juga:
USS 2025 Resmi Dibuka: Lebih Megah, Lebih 'Kalcer', dan Penuh Kolaborasi Epik