5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa, Nomor 1 Paling Sering Dikonsumsi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa, Nomor 1 Paling Sering Dikonsumsi

Warga Berburu Santapan Berbuka Puasa Ramadhan 1447 H di Bazar Takjil Benhil Jakarta

MerahPutih.com - Momen berbuka puasa menjadi waktu yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, rasa lapar berlebihan kerap membuat seseorang kalap dalam memilih makanan.

Padahal, tidak semua hidangan baik dikonsumsi saat perut masih kosong. Ali-alih mengembalikan energi, beberapa jenis makanan justru berpotensi memicu gangguan pencernaan hingga rasa tidak nyaman.

Agar tubuh tetap sehat selama Ramadan, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari saat berbuka puasa:

1. Makanan Terlalu Berminyak dan Digoreng

Gorengan memang menjadi menu favorit saat berbuka. Namun, makanan tinggi minyak dan lemak jenuh membuat lambung bekerja lebih berat setelah seharian kosong.

Konsumsi berlebihan dapat memicu perut kembung, mual, hingga naiknya asam lambung. Jika ingin tetap menikmatinya, sebaiknya konsumsi dalam jumlah kecil dan tidak menjadikannya sebagai menu utama.

Baca juga:

Matcha Jadi Tren Takjil, Coba 5 Kreasi Minuman Matcha Ini untuk Menu Berbuka

2. Makanan Pedas Berlebihan

Hidangan pedas dapat merangsang produksi asam lambung. Dalam kondisi perut kosong, hal ini berisiko menyebabkan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di lambung.

Bagi yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung, sebaiknya menghindari makanan pedas saat berbuka puasa.

3. Minuman Bersoda

Minuman bersoda memang terasa menyegarkan setelah seharian berpuasa. Namun, kandungan gas di dalamnya dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung.

Selain itu, kadar gula yang tinggi dalam minuman bersoda juga kurang baik jika dikonsumsi secara berlebihan setelah puasa.

Baca juga:

Resep Kue Cucur Betawi Legit dan Mekar Sempurna, Cocok untuk Takjil Ramadan

4. Makanan dan Minuman Terlalu Manis

Mengonsumsi makanan manis saat berbuka memang dianjurkan untuk mengembalikan energi dengan cepat. Namun, asupan gula yang terlalu tinggi dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Akibatnya, tubuh justru bisa cepat merasa lemas kembali. Pilihlah sumber gula alami seperti buah-buahan dan konsumsi dalam porsi yang wajar.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji umumnya tinggi lemak, garam, dan kalori. Jika langsung dikonsumsi saat berbuka, jenis makanan ini dapat membuat tubuh terasa berat dan mengganggu proses pencernaan.

Konsumsi secara berulang dalam jangka panjang juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. (Far)

#Ramadan 2026 #Menu Takjil #Kesehatan #Makanan #Minuman
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Bagikan