24.976 Personel Gabungan Amankan Mudik di Jabar, Polda Bangun 341 Pos Pengamanan
Polda Jawa Barat saat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/3/2025). (ANTARA/Rubby Jovan)
MerahPutih.com - Operasi Ketupat 2025 digelar kepolisian untuk mengawal masyarakat yang pulang kampung atau mudik merayakan Idul Fitri atau Lebaran.
Kepolisian Daerah Jawa Barat mendirikan sebanyak 341 pos pengamanan dan pelayanan pada Operasi Ketupat Lodaya 2025.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast menjelaskan 341 pos itu terdiri atas 253 pos pengamanan, 64 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu yang menjadi posko utama pengamanan mudik.
Polda Jabar telah menyiapkan 24.976 personel gabungan dari TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam kegiatan Operasi Ketupat Lodaya yang berlangsung mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.
Baca juga:
Ada Rekayasa Lalin saat Mudik Lebaran 2025, Truk Dilarang Melintas hingga Ganjil Genap
Operasi ini untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik masyarakat, serta menjaga keamanan selama libur Lebaran.
"Selain itu, tentunya rekan-rekan dari Dinas Perhubungan, dari Jasa Raharja, Jasa Marga, artinya bersinergi dalam hal memberikan pelayanan dan memantau pelaksanaan dari arus mudik maupun balik selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah," kata Jules.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Dodi Darjanto mengatakan jajarannya telah memetakan titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2025.
Beberapa titik rawan kecelakaan, di antaranya kilometer 92 dan 102, serta kelipatan setiap 50 kilometer di jalan tol.
"Pengemudi yang berkendara lebih dari satu jam biasanya mengalami penurunan konsentrasi yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan," kata Dodi.
Selain jalur tol, jalur arteri seperti pantai utara (pantura), jalur tengah, dan jalur selatan juga menjadi perhatian khusus, terutama di sekitar pasar tumpah yang dapat menghambat arus lalu lintas.
"Jika dulu setiap titik bisa digunakan untuk menyeberang, kini kami upayakan agar penyeberangan disentralisasi," katanya. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
Antisipasi Mudik 2026, Korlantas Polri Gencar Razia Angkutan Ilegal
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Menag Minta Pengurus Masjid Berikan Layanan Bagi Para Pemudik Nataru dan Musafir
Pantau Mudik Nataru di Stasiun Gambir, AHY Ingatkan Keselamatan dan Kesiapan Operasional
Polri Prediksi Adanya Lonjakan Pergerakan Masyarakat saat Libur Nataru 2025/2026
Puncak Arus Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi 24 Desember, Ini Jadwal Arus Baliknya
Penjualan Tiket Kereta Nataru 2025/2026 Tembus 1,44 Juta, Rute Jakarta–Surabaya Paling Banyak Dipesan