Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan

Kamis, 05 Februari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Palembang menggelar kegiatan keagamaan menjelang Ramadan dengan tradisi Ziarah Kubro, yang digelar 6-8 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim kegiatan keagamaan ini diharapkan diikuti 30 ribu Jemaah yang hadir dari berbagai kota sekitar.

Pemerintah kota serius dalam mempersiapkan kegiatan ziarah massal ke makam para ulama, wali, dan pendiri Kesultanan Palembang Darussalam itu karena jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu itu.

"Insya Allah, dengan kolaborasi seluruh stakeholder, Ziarah Kubro 2026 ini akan menjadi terakbar," katanya.

Baca juga:

Permintaan Daging Naik, Pramono Pastikan Pasokan Aman Jelang Imlek dan Ramadan

Pemkot Palembang telah berkoordinasi dengan Polrestabes Palembang untuk memastikan keamanan peziarah. Selain itu juga memerintahkan ke Satpol PP untuk menertibkan pengamen dan gelandangan dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk merekayasa lalu lintas dan manajemen parkir.

“Pengamanan akan disiagakan di setiap lokasi ziarah. Kami ingin para peziarah merasa aman dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tegas Aprizal.

Selain pengamanan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan, Dinas PUPR memperbaiki drainase dan ruas jalan menuju lokasi ziarah, Satpol PP menertibkan kawasan publik agar tetap kondusif, Dishub menyiapkan jalur khusus dan titik parkir untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Ziarah Kubro 2026 yang digelar bertepatan dengan 18 - 20 Sya’ban 1447 H ini akan dihadiri oleh ribuan peziarah dari berbagai daerah di Tanah Air hingga sejumlah negara Timur Tengah.

Tradisi Ziarah Kubro akan berlangsung selama tiga hari dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Palembang Darussalam sebagai wujud penghormatan terhadap para ulama yang telah berjuang menyebarkan dakwah di Bumi Sriwijaya.

"Dengan persiapan matang, sinergi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, Ziarah Kubro 2026 diharapkan menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Palembang sebagai kota bersejarah yang kaya akan nilai spiritual," kata dia.

Kegiatan Ziarah Kubro akan diisi juga dengan arak-arakan massal yakni ribuan jemaah pawai jalan kaki sambil membawa umbul-umbul bertuliskan kalimat tauhid dan asmaul husna. Para jemaah laki-laki yang ikut serta biasanya kompak mengenakan pakaian gamis atau baju koko berwarna putih sehingga menciptakan pemandangan yang ikonik di jalanan Palembang.

Kemudian, peserta melakukan dzikir dan selawat sepanjang perjalanan dan di lokasi makam sehingga suasana akan kental dengan lantunan doa, selawat, dan pembacaan kitab-kitab sejarah ulama terdahulu.

Lalu, tradisi makan bersama yakni tradisi makan "Nasi Minyak" atau "Nasi Kebuli" bersama dalam satu nampan (sepiring berdua/bertiga) setelah prosesi ziarah selesai.

Berikut ini jadwal kegiatan Ziarah Kubro

Jumat, 6 Februari 2026

- 06.00–10.00 WIB | Masjid Darul Muttaqien

Rauhah & Haul Al Habib Ahmad Abdullah Al Habsyi

- 16.00–20.00 WIB | Ponpes Ar Riyadh, 13 Ulu

Sabtu, 7 Februari 2026

- 06.00–10.00 WIB | 12–16 Ulu

Haul Al Faqihil Muqoddam Tsani

- 18.00–20.00 WIB | Kampung Al Munawar

Minggu, 8 Februari 2026

- 06.30–08.15 WIB | Sei Bayas, 8 Ilir

Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam

- 08.15 WIB–selesai | Wisata Bahari

- 16.00–19.00 WIB | BKB & Makam Kyai Muara Ogan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan