Stok Diklaim Banyak, Tapi Harga Bahan Pokok Lebihi HET
Rabu, 05 Maret 2025 -
MerahPutih.com - Harga bahan pokok di awal Ramadan ini megalami lonjakan. Padahal, pemeritah sudah menetapkan Harga Eceren Tertingi beberapa bahan pokok.
Harga, pada Rabu (5/3) terpantau telur ayam ras Rp 30.000/kg, bawang merah Rp 55.000/kg, daging sapi Rp 140.000/kg, Minyakita Rp 17.000-Rp 18.000/liter, serta minyak goreng curah Rp 18.000/liter.
Sedangkan harga tepung terigu kemasan premium Rp 12.000/kg, beras premium Rp 14.000/kg, gula pasir Rp 18.000/kg, bawang putih honan Rp 55.000/kg, harga cabai merah keriting Rp 70.000/kg, cabai rawit merah Rp 120.000/kg, beras medium Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan premium Rp 21.500/liter, serta daging ayam ras Rp 35.000/kg.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, (5/3).
Baca juga:
Inpeksi Harga Bahan Pokok di Solo, Wamendag Dyah: Harga Bawang Putih di Atas HET
Zulhas menyampaikan, pasokan bapok mencukupi selama Ramadan. Selain itu, harga bapok juga mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan (HA). Namun kata dia, harga cabai mengalami kenaikan, karena dipicu faktor cuaca.
"Tadi kita lihat harganya stabil. Hal ini jadi kabar gembira dan membuat kita tenang, bapoknya banyak. Sejumlah bapok, seperti daging ayam, minyak goreng, beras, dan telur ayam mengikuti HET. Harga cabai memang naik karena cuaca yang sering hujan mengakibatkan panen gagal," jelas Menko Zulhas.
Zulhas menambahkan, stok beras melimpah karena ada panen raya pada Januari-April 2025 dengan surplus mencapai 2,5 juta ton. Produksi beras pada periode tersebut merupakan yang tertinggi selama tujuh tahun terakhir 2017-2024.
Sementara itu, untuk stok minyak goreng, Menko Zulhas menyampaikan, ia telah bertemu dengan para pelaku usaha di bidang minyak goreng. Dari pertemuan tersebut, para pelaku usaha akan menyuplai minyak goreng dua kali lipat lebih banyak selama Ramadan.
"Para pelaku usaha akan menyuplai selama Ramadan ini dua kali lipat. Jadi, tidak perlu khawatir karena suplainya akan dua kali lebih banyak. Saya juga sudah bertemu dengan pengusaha unggas, ayam ras, dan petelur. Stok aman," tutur Menko Zulhas.
Kementerian Perdagangan terus memantau serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini penting dilakukan agar bapok selalu terjangkau masyarakat.
"Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan distribusi serta mengatasi potensi kekurangan pasokan. Hal ini dilakukan agar harga bapok tetap stabil dan terjangkau masyarakat," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan). (*)