Ragam Kebijakan Pemerintah Buat Dongkrak Ekonomi di Ramadan 2025
Senin, 17 Maret 2025 -
MerahPutih.com - Sepanjang 2024 perekonomian nasional menunjukkan capaian pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,03 persen (yoy).
Pemerintah telah menyiapkan beragam kebijakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 guna mendorong pergerakan perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, berbagai program yang disiapkan yakni mulai dari program pariwisata selama periode Idul Fitri. Jumlah perjalanan wisata selama periode libur Lebaran tahun ini diproyeksikan sebanyak 122,1 juta perjalanan.
Kemudian, pemerintah juga mempersiapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang ditambah sebesar 6 persen untuk tiket transportasi, serta diskon tarif tol 20 persen untuk perjalanan jarak jauh (Barrier Gate to Barrier Gate) di beberapa ruas tol pada H-7 hingga H-4 Idulfitri, serta H+7 hingga H+8 Idul Fitri.
Baca juga:
Harga Berbagai Komoditas Pangan di Kota Bandung Meningkat, Cabai Rp 100 Ribu Per Kilogram
Percepatan program kendaraan bermotor listrik yang telah disepakati bantuan Pemerintah sebesar Rp7 juta per unit motor juga menjadi salah satu program pemerintah guna sambut Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu , terdapat juga kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja/buruh dan Bonus Hari Raya Keagamaan bagi pengemudi dan kurir pada layanan angkutan berbasis aplikasi dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Penyaluran THR ASN Pusat dan Daerah serta pensiunan pada dua minggu sebelum Idul Fitri, serta program belanja nasional antara lain Friday Mubarak pada 28 Februari – 28 Maret 2025 dengan target transaksi sebesar Rp 75-77 triliun, BINA Lebaran pada 14 – 30 Maret 2025 dengan target transaksi Rp 30 triliun, dan kampanye belanja daring (online) Ramadhan di seluruh niaga-el (e-commerce).
Di samping menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga perekonomian tersebut, Pemerintah juga terus memonitor dinamika ekonomi global yang terus mengalami perubahan, termasuk perang tarif.
Airlangga yakin fondasi ekonomi nasional yang solid, diversifikasi mitra dagang, serta hilirisasi yang terus diperkuat.
"Indonesia berpeluang besar menjaga stabilitas dan daya saingnya di tengah gejolak ini," katanya. (*)