MerahPutih.com - Banyak umat Muslim bertanya, puasa Syawal berapa hari yang dianjurkan setelah Idul Fitri? Amalan ini memang menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar, bahkan disebut setara dengan puasa selama setahun penuh.
Puasa Syawal dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya mulai tanggal 2 Syawal. Meski sifatnya sunnah, amalan ini sangat dianjurkan karena menjadi pelengkap ibadah Ramadan.
Puasa Syawal Berapa Hari?
Puasa Syawal dianjurkan selama 6 hari di bulan Syawal. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:
Baca juga:
50 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Lengkap dengan Prompt AI Bikin Kartu Ucapan
“Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim no. 1164)
Para ulama dari berbagai mazhab seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad sepakat bahwa jumlah puasa Syawal adalah enam hari.
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan?
Puasa Syawal bisa dilakukan dengan dua cara:
- Berurutan: mulai 2 hingga 7 Syawal
- Tidak berurutan: dilakukan di hari berbeda selama masih di bulan Syawal
Keduanya tetap mendapatkan keutamaan yang sama. Jadi, bagi yang memiliki kesibukan, puasa ini tetap fleksibel.
Kapan Waktu Mulai Puasa Syawal?
Puasa Syawal dimulai setelah Idul Fitri, yaitu: Tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal
Tidak diperbolehkan berpuasa pada 1 Syawal karena merupakan hari raya. Setelah itu, umat Muslim bebas memilih waktu terbaik untuk menjalankan puasa sunnah ini.
Baca juga:
25 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Menyentuh Hati dan 25 Prompt AI untuk Desain Kartu Lebaran
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki keutamaan besar, di antaranya:
1. Pahala Seperti Puasa Setahun
Perhitungan pahala berdasarkan kelipatan amal:
- Puasa Ramadan (30 hari) × 10 = 300 hari
- Puasa Syawal (6 hari) × 10 = 60 hari
- Total = 360 hari (setara 1 tahun)
2. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan
Melanjutkan ibadah setelah Ramadan menjadi indikasi bahwa amalan sebelumnya diterima.
3. Menjaga Konsistensi Ibadah
Puasa Syawal membantu menjaga ritme ibadah agar tidak berhenti setelah Ramadan.

Ilustrasi sahur ramadan. (Foto: Pexels/Thirdman)
Bacaan Niat Puasa Syawal
Sebelum menjalankan puasa, berikut niat yang bisa dibaca:
Baca juga:
Niat Mandi Wajib Idul Fitri 1447 H Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillaahi ta‘aalaa
Arti:
Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.
Tips Menjalankan Puasa Syawal
Agar puasa berjalan lancar, berikut beberapa tips sederhana:
- Niatkan dengan ikhlas sejak malam hari
- Pilih jadwal yang konsisten (berurutan atau selang-seling)
- Jaga pola makan sahur dan berbuka
- Tetap imbangi dengan ibadah lain seperti sedekah dan zikir
Baca juga:
Amalan Sunnah Lain di Bulan Syawal
Selain puasa Syawal, ada beberapa amalan lain yang bisa dilakukan:
- Menjaga salat berjamaah
- Melanjutkan tilawah Al-Qur’an
- Memperbanyak sedekah
- Menyambung silaturahmi
- Melaksanakan salat dhuha dan qiyamullail
Amalan-amalan ini membantu menjaga semangat ibadah setelah Ramadan.