Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Dunia

Presiden Trump Kirim Salam Ramadan untuk Muslim Dunia, Ingatkan Musim Khidmat

Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026

MerahPutih.com - Umat muslim global mulai memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. Ada sejumlah umat Islam yang sudah menjalani puasa hari pertama Rabu (18/2) ini, sedangkan lainnya mulai berpuasa Kamis (19/2) esok seperti di Indonesia

Hari ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis pernyataan resmi mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan bagi seluruh umat Islam di dunia.

“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadan,” kata Trump, dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih, Rabu (18/2).

Baca juga:

Tradisi Balimau Kasai Khas Riau, Ritual Penyucian Diri Sambut Ramadan

Presiden Trump menggambarkan Ramadan sebagai musim khidmat pembaruan spiritual, perenungan, dan penghargaan atas berkah Tuhan. Dia turut menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia

"Bulan suci menekankan doa dan puasa, mempererat keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati," imbuhnya.

Tekankan Kebebasan Beragama di AS

Trump juga menyoroti makna keimanan, refleksi spiritual, serta pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat di AS dan dunia selama bulan Ramadan.

“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran serta kekuatan kami,” tandas orang nomor satu di negeri Paman Sam itu.

Baca juga:

Agenda Padat Prabowo di AS: Bisnis, KTT Perdamaian Gaza, Hingga Nego Tarif Trump

Beda Awal Ramadan di Berbagai Negara

Sejumlah negara Arab dan Muslim menyambut Ramadan pada Rabu, sementara negara lain memulai puasa sehari kemudian. Umat Muslim di Turkiye, Oman, Singapura, dan Australia, termasuk Indonesia akan mulai berpuasa pada Kamis setelah otoritas memastikan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi.

Perbedaan ini terjadi karena sebagian negara masih mengandalkan rukyatul hilal lokal, sementara lainnya menggunakan perhitungan astronomi modern, terutama ketika data ilmiah memastikan hilal mustahil terlihat. Dilansir Antara, Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam. (*)

Baca Artikel Asli