MerahPutih.com - Operasi Keselamatan 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, telah berdampak pada ketertiban lalu lintas.
Selain itu, operasi tersebut dinilai berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus menurunkan fatalitas korban meninggal dunia secara signifikan di seluruh Indonesia.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun dibandingkan periode sebelum operasi.
Penurunan ini menjadi indikator utama keberhasilan pelaksanaan operasi yang melibatkan sinergi berbagai pemangku kepentingan di lapangan.
Baca juga:
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta Dibuka 22 Februari, Simak Dokumen yang Diperlukan
“Korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen jika dibandingkan periode sebelum operasi,” ujar Agus kepada wartawan di Jakarta dikutip Selasa (17/2).
Selain fatalitas, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 34,96 persen atau berkurang sebanyak 2.098 kejadian. Penurunan turut terjadi pada korban luka berat sebesar 23,04 persen serta luka ringan sebesar 33,17 persen.
Hasil Operasi Keselamatan 2026 ini, lanjut Agus, menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman menjelang Operasi Ketupat 2026.
Agus memastikan kolaborasi bersama seluruh stakeholder terus diperkuat guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk menyongsong mudik Lebaran yang aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasakan Polantas sebagai sahabat dalam setiap perjalanan,” ujar Kakorlantas.