Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Indonesia

Mudik Lebaran 2026, Polri Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026

MerahPutih.com - Mabes Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran 2026.

Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan, bahwa fasilitas gratis tersebut menjadi bagian dari pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026, guna memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah selama mudik.

“Polri juga memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik," kata Dedi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3).

Selain penitipan kendaraan, Polri juga mengoptimalkan layanan hotline 110 untuk menerima pengaduan, laporan darurat, serta berbagai kebutuhan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Baca juga:

660 Kursi masih Tersedia untuk Mudik Gratis Pemprov Jabar Lebaran 2026, ini Cara Pesannya

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun 1,75 persen dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 146,4 juta orang

Dedi menambahkan, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, yakni mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Polri turut menyiapkan 2.746 posko, yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Baca juga:

29 Ruas Tol Dapat Diskon 30 Persen saat Mudik Lebaran 2026, Cek Daftar dan Jadwalnya

Posko-posko tersebut akan mengamankan 185.608 obyek, termasuk masjid, lokasi shalat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.

Pada pengaturan arus lalu lintas, Polri menyiapkan sejumlah rekayasa di jalur tol seperti sistem ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, serta buffer zone di pelabuhan.

"Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," ungkap Dedi. (knu)

Baca Artikel Asli