MerahPutih.com - Azan subuh sering menjadi penanda penting saat Ramadan. Namun, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya: apakah makan harus berhenti saat imsak atau saat azan subuh? Lalu, bagaimana jika tidak sahur apakah puasa tetap sah?
Untuk lebih jelasnya simak ulasan lengkap batas waktu sahur menurut syariat, penjelasan tentang imsak, serta hukum puasa tanpa sahur berdasarkan pendapat ulama dan mazhab.
Kapan Batasan Waktu Sahur?
Merujuk penjelasan resmi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), batas akhir sahur adalah saat terbit fajar shadiq, yaitu tanda masuknya waktu subuh.
Baca juga:
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari, Simak 30 Ucapan dan Desain Kartu AI
Artinya, umat Islam masih diperbolehkan makan dan minum hingga azan subuh berkumandang, selama memang waktu subuh belum benar-benar masuk.
Dalam Islam, waktu puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Jadi, selama belum masuk waktu subuh, sahur masih diperbolehkan.
Mengapa Harus Menjelang Subuh?
Sahur dianjurkan dilakukan pada akhir malam atau mendekati subuh. Hal ini sesuai sunnah Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk mengakhirkan sahur.
Beberapa hikmah sahur mendekati subuh:
Baca juga:
Imsak Jakarta dan Sekitarnya 2026: Waktu Sahur, Buka Puasa Lengkap
- Mengikuti sunnah Nabi
- Tubuh lebih siap menjalani puasa
- Energi lebih terjaga sepanjang hari
- Meminimalisir rasa lemas di siang hari
Penjelasan Waktu Imsak: Bukan Batas Haram Makan
Masih banyak yang mengira bahwa imsak adalah batas terakhir makan dan minum. Padahal, menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, imsak bukan batas haram sahur, melainkan hanya pengingat.
Biasanya, waktu imsak ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan subuh. Tujuannya sebagai bentuk kehati-hatian agar umat Islam bersiap menghentikan makan sebelum waktu subuh benar-benar tiba.
Baca juga:
Jadi secara syariat:
- Boleh makan hingga sebelum azan subuh (masuk waktu subuh)
- Imsak hanyalah peringatan, bukan batas wajib berhenti
Apakah Tidak Sahur Puasa Tidak Sah?
Ini pertanyaan yang sering muncul, terutama bagi yang kesiangan atau tertidur.
Jawabannya: Puasa tetap sah meskipun tidak sahur.
Sahur adalah sunnah, bukan rukun atau syarat sah puasa.
Dalil Anjuran Sahur
Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur adalah amalan yang dianjurkan dan penuh berkah, tetapi bukan penentu sah atau tidaknya puasa.
Mengapa Puasa Tetap Sah Meski Tidak Sahur?
Karena rukun puasa dalam Islam adalah:
Baca juga:
Imsak Surabaya dan Sekitarnya 2026: Jadwal Lengkap Waktu Sahur, Buka Puasa, Salat
- Niat sebelum fajar
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga magrib
Selama dua hal ini terpenuhi, maka puasa tetap sah walaupun tanpa sahur.
Hukum Puasa Tidak Sahur Menurut Empat Mazhab
Berikut pandangan para ulama dari empat mazhab besar:
1. Mazhab Hanafi
Puasa tetap sah tanpa sahur, selama sudah berniat pada malam hari.
2. Mazhab Maliki
Tidak sahur tidak membatalkan puasa. Niat menjadi syarat utama.
3. Mazhab Syafi’i
Baca juga:
Imsak Yogyakarta 2026 dan Sekitarnya: Sahur, Salat Ramadan 1447 H Lengkap
Sahur bukan syarat sah puasa, tetapi sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan.
4. Mazhab Hanbali
Rukun puasa adalah niat dan menahan diri dari pembatal puasa. Sahur hanyalah sunnah.
Mayoritas ulama sepakat bahwa tidak sahur tidak membuat puasa batal.