Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Indonesia

143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tol hingga Mudik Gratis

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026

MerahPutih.com - Pemerintah memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai strategi mulai dari pengaturan transportasi, stimulus ekonomi, hingga program mudik gratis.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan prediksi tersebut merupakan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 50 persen populasi Indonesia.

“Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi,” kata Aan dalam diskusi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3).

Aan menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan sejak dini agar potensi lonjakan pemudik dapat diantisipasi melalui kebijakan transportasi yang lebih adaptif, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Berdasarkan hasil survei, wilayah asal pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan persentase sekitar 21 persen dari total pemudik nasional.

Di kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbesar, yakni sekitar 22,6 persen dari total pergerakan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Jawa Tengah diperkirakan menjadi tujuan utama perjalanan mudik dengan jumlah sekitar 10,3 juta orang.

Baca juga:

Menko Polkam Ingatkan Petugas Antisipasi Penerbangan Delay Saat Arus Mudik Lebaran 2026

29 Ruas Tol Dapat Diskon 30 Persen saat Mudik Lebaran 2026, Cek Daftar dan Jadwalnya

Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang kampung.

Diperkirakan sekitar 24,9 juta orang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik. Sedangkan pengguna mobil pribadi sebagian besar memilih jalur tol, dengan persentase mencapai 66 persen.

Adapun pengendara sepeda motor diperkirakan akan memanfaatkan jalur utama maupun jalur alternatif.

Kementerian Perhubungan juga telah memetakan sejumlah simpul transportasi yang diperkirakan mengalami kepadatan selama periode mudik Lebaran.

Pada moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diprediksi menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan favorit menuju Yogyakarta.

Di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan tetap menjadi pusat pergerakan penumpang terbesar selama periode mudik.

Sementara untuk moda laut, Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Adapun Pelabuhan Merak diperkirakan tetap menjadi jalur utama penyeberangan menuju Bakauheni, Lampung.

Pemerintah menetapkan kalender Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 18 hari.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 April 2026, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 24 April 2026.

Aan mengatakan kebijakan fleksibilitas waktu perjalanan diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus pemudik sehingga tidak terjadi penumpukan pada hari-hari tertentu.

“Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak,” ujarnya.

Baca juga:

Baznas Beri Layanan Servis dan Ganti Oli Gratis Bagi 5.000 Motor Pemudik

Mudik Lebaran 2026, Polri Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

Selain pengaturan arus transportasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi di sektor transportasi untuk membantu masyarakat.

Beberapa kebijakan yang disiapkan antara lain:

Pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis dengan menyediakan 41 bus yang dapat mengangkut sekitar 15.000 penumpang.

Program tersebut juga mencakup layanan pengangkutan sepeda motor ke 34 kota tujuan di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan angkut sepeda motor bagi pemudik yang menggunakan kereta api.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Kementerian PUPR dan Kepolisian terkait pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang tertentu, terutama yang membawa hasil tambang dan material bangunan selama masa mudik.

Namun, pembatasan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.

Pengaturan juga dilakukan di sejumlah pelabuhan penyeberangan.

Di sisi Lampung, Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang disiapkan untuk mendukung distribusi penumpang dan logistik.

Selain itu, penyesuaian juga dilakukan terkait perayaan Nyepi di Bali. Beberapa pelabuhan akan ditutup sementara, sementara pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Banyuwangi disiapkan untuk menjaga distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat.

Aan menegaskan seluruh kebijakan tersebut bertujuan memastikan perjalanan mudik tahun ini berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar mudik 2026 dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman,” kata Aan. (Pon)

Baca Artikel Asli