MERAHPUTIH.COM - RATUSAN warga mengantre bubur Samin gratis khas Banjar yang dibagikan di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Kamis (19/2). Sepanjang Ramadan, masjid ini akan membagikan bubur samin secara gratis. Bubur samin sendiri sudah resmi ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Kementerian Kebudayaan.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan tradisi ini sudah mengakar sejak 1985 dan bisa terus lestari sampai saat ini. Tradisi yang sudah mengakar sebagai akulturasi budaya dari pendatang asli Banjar, Kalimantan Selatan, itu tumbuh menjadi sebuah tradisi baru yang berbaur dengan kehidupan masyarakat asli Solo.
“Ini buktinya hidupnya semangat toleransi di Solo yang sudah mengakar sejak lama. Warga asli Banjar yang sudah tinggal menetap di Solo bisa berbaur dengan masyarakat lokal,” katanya.
Ia menjelaskan eksistensi kebudayaan yang muncul dari warga keturunan Banjar di sekitar Masjid Darussalam Jayengan itu akhirnya diakui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. “Pada Oktober 2025, aktivitas berbagi Bubur Samin khas Banjar ini diakui sebagai warisan budaya tak benda bersamaan dengan berbagai 13 item kebudayaan lainnya. Kita harus lestarikan,” kata dia
Baca juga:
Ketua Panitia Ramadan Masjid Darussalam Jayengan Solo, Nur Cholis, mengatakan setiap harinya Panitia Ramadhan Masjid Darussalam Solo menyiapkan 1.500 porsi bubur samin. “Sebagian besar atau sekitar 1.200 porsi dibagikan pada warga dari siang hingga sore hari. Sementara itu, sebagian kecil lainnya atau 300 porsi disantap bersama saat berbuka puasa bersama kopi khas yang disediakan khusus untuk jamaah yang hendak berbuka di masjid setempat,” kata Nur.
Ia mengatakan pihaknya bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota baik secara logistik dalam penyiapan bubur samin maupun dalam pengajuan sebagai warisan budaya tak benda baru-baru ini. "Bubur Samin telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda pada 2025. Kita harus lestarikan bersama,” kata dia.
Seorang warga Marsiati, 70, mengaku tidak pernah absen mengantri bubur samin di Masjid Darussalam. Ia mengaku bubur samin akan disantap untuk berbuka bersama keluarga di rumah.
“Ini bubur samin mau bawa saya pulang untuk berbuka bareng suami dan dua anak saya," kata Marsiati.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Bubur Samin Makanan Khas Banjar Kalimantan Yang Dinanti Warga Solo Saat Ramadan