Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Indonesiaku Hiburan & Gaya Hidup Tradisi

Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan

Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - PERAYAAN Idul Adha bukan hari lebaran biasa bagi orang Madura. Pada masa ini, keluarga yang merantau berbondong-bondong kembali ke kampung halaman melakukan tradisi Toron.

Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19. Walaupun tak ada catatan tertulis kapan tradisi Toron dimulai, kebiasan tahunan suku Madura ini menjadi begitu ikonis. Pamor tradisi bahkan Toron tak kalah dari tren pulang kampung saat Idul Fitri.

Seperti dilansir Unair.ac.id, dosen ilmu sejarah Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Moordiati menyebut suku Madura memiliki dua tradisi bernama Toron, keduanya merupakan praktik berbeda. Ada Toron dan Toron Tana.

Moordiati menyebutkan Toron yang dilakukan saat Idul Adha berarti aktivitas kembali ke kampung halaman. Menjalin silahturahmi ke sanak saudara supaya tegal hangat dan akrab.

Baca juga:

Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal: Jadwal Salat, Area Parkir, hingga Distribusi Daging Kurban


Saat Toron, bukan hanya tentangga, keluarga yang masih hidup juga dikunjungi termasuk keluarga kerabat yang sudah lebih dulu meninggal dunia. Mereka berziarah mendoakan yang sudah lebih dahulu meninggal. Keakraban saat Toron begitu terasa. Keluarga yang sudah lama tak saling bertegur sapa karena terhalang jarak kembali menjadi dekat.

Perbincangan dan kedekatan emosional kembali tertata lagi setelah perantau sibuk dengan berbagai urusan di luar kota selama bertahun lamanya.

Di lain sisi, tradisi Toron lainnya, disebut masyarakat Madura sebagai Toron Tanah. Keduanya sama-sama berarti turun, tapi konteks acaranya berbeda.

Jika Toron berkaitan dengan pulang kampung, sebaliknya Toron Tanah tentang aktivitas merayakan anak bayi pertama kali menginjak tanah.

Biasanya tradisi ini dilakukan ketika bayi berusia sekitar 7 bulan. Ritual ini bertujuan memperkenalkan bayi pada bumi tempat ia berpijak serta memohon keselamatan dan masa depan yang cerah dan bahagia.(Tka)

Baca juga:

Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban

Baca Artikel Asli