Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Streaming Lagu Religi Naik Dua Kali Lipat saat Ramadan, Spotify Sesuaikan Kurasi Playlist dan Podcast

Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026

MERAHPUTIH.COM - POLA konsumsi audio masyarakat Indonesia menunjukkan perubahan signifikan selama Ramadan. Berdasarkan data dari Spotify, jumlah streaming lagu bernuansa religi tercatat meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode satu minggu sebelum Ramadan pada tahun sebelumnya. Selain itu, konsumsi siniar (podcast) juga mengalami lonjakan, khususnya pada rentang waktu pukul 06.00–08.00.


Temuan ini mengindikasikan, selama Ramadan, masyarakat cenderung memilih musik religi sebagai teman refleksi dan penenang suasana. Sementara itu, siniar dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi spiritual maupun pendamping di pagi hari yang lebih hening. Dengan melihat perubahan kebiasaan tersebut, tim editorial Spotify menyesuaikan kurasi playlist agar selaras dengan dinamika sosial serta aktivitas ibadah yang mewarnai bulan suci.


Lead Music Editor of Spotify Indonesia Dimas Ario menjelaskan penyusunan playlist didasarkan pada kombinasi data dan pengamatan terhadap tren budaya. “Data membantu kami melihat pola kebiasaan mendengarkan, tapi pemahaman dari konteks budayalah yang menjelaskan makna dari pola tersebut,” ujarnya.

“Ramadan itu sangat personal, tetapi juga kolektif. Memahami kedua hal ini memungkinkan kami untuk melakukan kurasi playlist yang relevan dengan berbagai momen yang pengguna alami selama Ramadan,” imbuhnya.

Baca juga:

Belum Juga Rilis, Album ‘ARIRANG’ BTS sudah Merajai di Spotify


Setiap fase Ramadan menghadirkan nuansa berbeda. Musik untuk menemani sahur tentu berbeda dengan lagu yang diputar saat buka puasa bersama, begitu pula dengan soundtrack perjalanan mudik Lebaran. Oleh karena itu, kurasi Ramadan dirancang berdasarkan momen-momen spesifik yang mencerminkan perubahan ritme sosial sepanjang bulan tersebut. “Selama periode ini, pendengar cenderung memilih musik yang lebih tenang dan reflektif,” lanjut Dimas.

Ia juga menambahkan dinamika sosial dan budaya turut memengaruhi peningkatan streaming pada genre tertentu. Mengingat Ramadan juga sarat kebersamaan, lagu-lagu bernuansa nostalgia kerap terasa lebih relevan, terutama ketika dinikmati dalam momen kumpul bersama.

Selain sebagai bulan ibadah, Ramadan juga menjadi ajang mempererat kembali hubungan sosial. Tradisi buka puasa bersama (bukber) mempertemukan kembali teman sekolah, mantan rekan kerja, hingga komunitas lama yang mungkin hanya bertemu setahun sekali. Setiap kelompok pertemanan biasanya memiliki lagu-lagu yang menjadi soundtrack khas mereka.


“Fenomena bukber ini mempertemukan orang-orang dari berbagai fase kehidupan dengan setiap grupnya memiliki soundtrack tersendiri. Kami hadirkan perasaan tersebut lewat playlist nostalgia seperti Terbaik 2000-an dan Ngetren 2010-an yang bisa membangkitkan kenangan bersama. Di sisi lain, bagi pendengar yang memilih untuk menjalani Ramadan dengan tenang dan lebih reflektif, kami juga mengurasi playlist seperti Sejuknya Ramadan dan Ramadan Kamu 2026. Hal ini kami lakukan untuk menciptakan suasana yang lebih bermakna dan selaras dengan bulan suci Ramadan,” jelas Dimas.


Setiap tahunnya, Spotify juga menghadirkan Ramadan Hub, sebuah laman khusus yang mengumpulkan playlist serta video siniar bertema Ramadan dalam satu tempat. Tak hanya musik, tren konsumsi siniar pun mengalami pergeseran selama Ramadan. Minat terhadap konten religi, spiritualitas, edukasi, hingga komedi meningkat, terutama pada pagi hari saat pendengar memulai aktivitas.

Tahun ini, sejumlah kreator Indonesia turut menghadirkan episode spesial Ramadan. Mulai dari Ramadan Nanya-Nanya dari Podcast Raditya Dika, LOGIN RESTART yang mengangkat isu sosial dan spiritual dalam balutan diskusi reflektif, hingga seri Ramadan ESCAPE 2.0 dari Raymond Chin bersama Felix Siauw.

Pengguna juga dapat menemukan episode spesial dari kreator lain seperti RJL 5, Gue Punya Cerita, dan Rapot BUAKAKAK melalui Ramadan Hub.

“Proses ini membutuhkan pemahaman konteks budaya dan emosi dari apa yang pengguna dengarkan. Peran kami ialah memastikan bahwa konten yang ditemukan terasa selaras dengan momennya sehingga musik dan podcast dapat menjadi pendamping yang tepat bagi para pengguna," tutupnya.(far)

Baca juga:

Spotify Wrapped 2025 Resmi Rilis: Begini Cara Cek dan Fitur Barunya

Baca Artikel Asli