Maskapai Bersiap Pergeseran Waktu Puncak Mudik, Pelita Air Siapkan 5000 Kursi Tambahan

Jumat, 21 Februari 2025 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan mencatat mobilitas masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Seperti tahun 2022 ada lebih dari 13 juta angkutan lebaran, tahun 2023 sebanyak lebih dari 14 juta, dan tahun 2024 lebih dari 16 juta.

Pelita Air menyiapkan 5.000 kursi penerbangan tambahan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menggunakan moda transportasi udara selama masa angkutan arus mudik maupun balik libur Lebaran 2025.

Direktur Niaga Pelita Air Asa Perkasa mengatakan, secara umum pihaknya menyediakan sekitar 197.000 kursi reguler untuk penerbangan normal, dengan kapasitas tambahan sebanyak 5.000 kursi untuk periode Lebaran.

Pada periode sebelumnya, seperti saat Natal dan Tahun Baru 2024/2025, beberapa maskapai termasuk Pelita Air sudah merencanakan penerbangan tambahan, namun permintaan ternyata tidak terlalu tinggi karena masyarakat mengatur perjalanan untuk Lebaran.

Baca juga:

Perintah Langsung dari Prabowo, Tiket Pesawat dan Tarif Tol Dapat Diskon saat Mudik Lebaran 2025

Dengan adanya 5.000 kursi tambahan pada penerbangan Lebaran, hal itu akan memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan lancar dan aman selama masa liburan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tersebut.

Pelita Air memfokuskan penerbangan tambahan terutama ke tujuan yang mengalami lonjakan permintaan, seperti Padang Provinsi Sumatera Barat dan Pekanbaru di Provinsi Riau dan Surabaya, Jawa Timur.

Pada Lebaran 2025 diprediksi akan mengalami pergeseran waktu puncak, mengingat adanya cuti bersama yang panjang dan kemungkinan penerapan kebijakan bekerja di mana pun (work from anywhere/WFA), yang membuat puncak perjalanan lebih tersebar.

Maskapai diperkirakan akan menghadapi fenomena empty leg, di mana penerbangan berangkat penuh namun kembali dengan kursi kosong, menjadi perhatian khusus bagi Pelita Air. Empty leg merupakan situasi di mana sebuah pesawat terbang dengan kursi kosong pada penerbangan kembali,

Pelita Air memiliki 12 armada pesawat dan melayani 15 kota dengan 16 rute penerbangan di antaranya Jakarta Bali, Jakarta-Kendari, hingga Jakarta Sorong. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan