Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Hiburan & Gaya Hidup

Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan

Soffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026

MerahPutih.com - Setiap memasuki Ramadan, umat Islam tentunya sangat familiar dengan istilah “imsak” yang tertera dalam jadwal waktu salat dan puasa.

Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya, apa sebenarnya arti dan makna imsak?

Secara bahasa, imsak berasal dari bahasa Arab (amsaka–yumsiku–imsakan), yang berarti menahan atau berhenti. Dalam konteks puasa, imsak dimaknai sebagai waktu untuk mulai menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan lain yang dianggap membatalkan.

Secara istilah, imsak bukanlah penanda resmi dimulainya puasa. Waktu dimulainya puasa yang sebenarnya adalah saat terbit fajar atau masuk waktu Subuh.

Baca juga:

6 Tips Memilih Menu Sahur agar Tetap Bertenaga dan tak Mudah Lemas saat Puasa

Imsak Jadi Simbol Kesiapan saat Memasuki Waktu Puasa

Imsak bukan sekadar berhenti makan dan minum
Imsak bukan sekadar berhenti makan dan minum. Foto: Unsplash/Alim
>Imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan Subuh, sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar seseorang benar-benar siap memasuki waktu puasa dan tidak lagi makan atau minum ketika azan telah berkumandang.

Sementara dari sisi makna spiritual, imsak bukan sekadar berhenti makan dan minum. Ia menjadi simbol kesiapan diri untuk memasuki ibadah yang penuh kesabaran dan pengendalian.

Imsak mengajarkan umat Islam untuk berlatih disiplin, mengendalikan hawa nafsu, serta mempersiapkan hati dan pikiran sebelum benar-benar menjalani puasa seharian.

Setelah mengetahui definisi umum dari imsak, timbul pertanyaan, apakah yang semacam ini ada dalilnya? Jawabannya ada.

Baca juga:

Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama

Salah satu yang menjadi dalil dari pelaksanaan imsak adalah hadits yang membahas batasan waktu imsak berikut ini:

ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺗﺴﺤﺮﻧﺎ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺛﻢ ﻗﺎﻡ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﻗﻠﺖ: ﻛﻢ ﻛﺎﻥ ﺑﻴﻦ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻟﺴﺤﻮﺭ؟ ﻗﺎﻝ: ﻗﺪﺭ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺁﻳﺔ. رواه البخاري

Artinya, “Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: ‘Kami sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallama, lalu beliau melakukan shalat’. Saya (perawi) tanya: ‘Berapa jarak antara azan dan sahur?’ Zaid menjawab: ‘Perkiraan 50 ayat’.” (HR Al-Bukhari).

Ketika memahami arti dan makna imsak, umat Islam diharapkan tidak hanya menjadikannya sebagai pengingat waktu, tetapi juga sebagai momentum untuk menata niat, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan. (Far)

Baca Artikel Asli