Hikayat

Tausyiah

Info Ramadan

Kuliner

Quran

Info Imsakiyah

Jadwal Sholat

Berita Indonesia

Geopolitik Makin Tidak Jelas, Rupiah Mendekati Rp 17.500

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada Selasa (12/5) pagi bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp 17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.

Rupiah diprediksi berkisar Rp 17.350 - Rp 17.500 per dolar AS karena berbagai factor terutama kondisi geopolitik.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena harapan damai AS-Iran sedang meredup.

"Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi," katanya.

Baca juga:

Rupiah Kembali Melemah Akibat AS dan Iran Batal Berdamai

Investor disebut menantikan data penjualan ritel Indonesia pada Maret 2026 yang akan dirilis siang ini.

"Penjualan ritel diperkirakan sedikit lebih tinggi, (yaitu) 6,8 persen, dibandingkan Februari 6,5 persen," ungkap Lukman.

Pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi takkan memberikan baik pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan akan turut menekan rupiah.

"Akan ada saham-saham yang didepak, dan beberapa saham kapitalisasi besar yang di downgrade," ujar dia.

Iran mengajukan draf proposal kepada AS untuk menghentikan konflik di semua lini, jaminan tak ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi AS serta blokade angkatan laut.

Proposal itu juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima.

Baca Artikel Asli